Cek Keaslian Sertifikat Tanah: Awas Banyak Kasus Penipuan

Berinvestasi pada tanah merupakan pilihan yang bijak karena tanah merupakan aset yang aman dan memiliki tingkat kerugian yang rendah. Jika Anda berminat untuk membeli tanah, sebaiknya jangan lupa untuk melakukan pengecekan sertifikatnya terlebih dahulu.


Jangan sampai Anda menyetujui sebuah proses jual beli sebelum mengetahui keabsahan sebuah sertifikat. Banyak sekali orang-orang diluar sana yang memanfaatkan kesempatan dari ketidaktahuan Anda untuk mengambil keuntungan. Anda bisa belajar dari berbagai kasus penipuan properti yang sudah banyak terjadi.

Cara Untuk Mengecek Sertifikat Asli Atau Palsu


Tidak ada salahnya sedia payung sebelum hujan. Mungkin ini adalah istilah yang cocok untuk situasi tersebut. Membeli sebidang tanah tanpa mengecek sertifikatnya merupakan tindakan yang keliru meskipun Anda membelinya dari orang terdekat yang bisa dipercaya. Anda tidak seharusnya serta merta meyakini apa yang disodorkan oleh penjual. Oleh sebab itu, dari pada Anda terjerumus dalam kerugian, lebih baik Anda sedikit repot dengan mengecek terlebih dahulu keabsahan sertifikatnya.

Pengecekan sertifikat tidak hanya terbatas pada asli atau tidaknya sertifikat tersebut, namun juga mengecek statusnya. Apakah sertifikat tersebut tidak sedang dijadikan barang jaminan atau sedang tidak dalam proses sengketa. Cara yang bisa Anda lakukan ada dua, yaitu:

1. Melalui Jasa Notaris

Cara ini merupakan cara yang paling mudah, cepat dan aman, hanya saja Anda harus siap mengeluarkan uang lebih banyak untuk membayar jasa notaris. Pilihlah notaris yang Anda percayai dan dapat diandalkan. Menggunakan jasa notaris akan lebih cepat dibandingkan dengan Anda mengecek sendiri ke kantor BPN. Pada umumnya, notaris telah mengetahui dengan pasti alur untuk mendapatkan informasi mengenai keaslian sebuah sertifikat.

2. Datang Ke Kantor BPN

Cara yang kedua adalah dengan mendatangi sendiri kantor BPN. BPN adalah instansi yang bertugas untuk mencatat dan menerbitkan sertifikat tanah. Di sana Anda bisa memperoleh informasi yang dibutuhkan apakah sertifikat tanah tersebut asli atau palsu, apakah sertifikat tersebut bersih dari proses sengketa dan lain sebagainya. Jika sertifikat tanah yang Anda cek asli dan bersih, BPN akan mengeluarkan SKPT atau Surat Keterangan Pendaftaran Tanah.

Untuk melakukan pengecekan, Anda akan dibantu oleh karyawan yang bertugas. Namun, sebelumnya Anda harus mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan seperti:
  • Sertifikat tanah asli
  • Permohonan pengecekan sertifikat. Form permohonan sudah disediakan di Kantor Pertanahan.
  • Fotokopi KTP atas nama pemilik sertifikat
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Biaya Pengecekan sebesar Rp 50.000 per sertifikat 
Proses pengecekan sertifikat sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama. Prosesnya hanya 1x24 jam. Anda bisa kembali keesokan harinya untuk mendapatkan SKPT sebagai bukti bahwa sertifikat tanah yang hendak Anda beli tersebut asli dan tidak dalam proses sengketa.

Satu hal yang perlu diingat, jika Anda berniat melakukan pengecekan sendiri ke kantor BPN, harap berhati-hati dan jangan sampai terperdaya oleh calo-calo yang berada di sekitar kantor. Jika calo tersebut mengetahui tujuan Anda datang ke kantor BPN, bukan tidak mungkin Anda akan menjadi sasaran empuk mereka. Dengan bujuk rayu manis, mereka akan menjanjikan untuk membantu melakukan pengecekan dalam waktu yang singkat namun meminta bayaran yang sangat tinggi.

Banyaknya kasus penipuan jual beli tanah yang sertifikatnya palsu belakangan ini menjadi suatu pelajaran yang berharga. Jangan mudah percaya pada orang atau pihak yang menjanjikan harga tanah murah apalagi jika lokasinya cukup strategis. Oleh sebab itu, setidaknya Anda harus menguasai informasi diatas agar tidak mudah tertipu oleh orang yang ingin mengambil keuntungan.